KAJIAN APLIKASI SERESAH TEBU DAN UREA TERHADAP KETERSEDIAN NITROGEN DALAM TANAH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X JENGKOL-KEDIRI

Rocky Paulus Batubara, Endang Listyarini

Abstract


Sugar Research Center of PT. Perkebunan Nusantara X Jengkol, Kediri has a test plant with trash management system. The concept of trash management system is the return of sugarcane trash crop residues to soil. This study aimed to identify the effect of sugarcane trash and urea application on the availability of N In the soil andsugarcane growth at Sugar Research Center of PT. Perkebunan Nusantara X Jengkol-Kediri. Treatments tested in this studya were applicationa of urea at different doses, P1 (without urea), P2 (2 kg urea ha-1), P3 (3 kg urea ha-1), P4 (4 kg urea ha-1), P5 (5 kg urea ha-1), and P6 (6 kg urea ha-1) combined with the provision of 20 t sugarcane trash ha-1. Results of this study indicated that the treatment P1 (2 kg urea + 20 t sugarcane trash ha-1) had the highest N-availability value of  6.12 ppm NH4+ and 5.94 ppm NO3-. Application of area combined with sugarcane trash increased the plant’s heigh in every treatment. The best values were recorded the P1 treatment at 33, 35, 37 and 39 weeks with the plant height 258, 42 cm, 269, 57 cm, 287, 83 cm, 298, 67 cm, respectively

Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A., Sutomo, S. dan Sutrisno, N. 2005. Teknologi Pengendalian Erosi Lahan Berlereng dalam Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Menuju Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan. Puslitbangtanak. Hal. 44-48.

Antari, R., Wawan, M. dan Gulat, M.E. 2012. Pengaruh Pemberian Mulsa Organik Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah serta Pertumbuhan Akar Kelapa Sawit. Fakultas Pertanian Universitas Riau.

Atmojo, S.W. 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah Dan Upaya Pengelolaannya. Sebelas Maret University Press. Surakarta.

Dita, F. L. 2007. Pendugaan Laju Dekomposisi Serasah Daun Shorea Balangeran (Korth) Burck Dan Hopea Bancana (Boerl.) Van Slooten di Hutan Penelitian Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor. 32 hal.

Eviati, Y. dan Sulaeman, M. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, Dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor. 246 hal.

Hairiah, K., Purnomosidhi, P., Khasanah, N., Nasution, N., Lusiana, B. dan van Noordwijk, M. 2003. Pemanfaatan Bagas dan Daduk Tebu untuk Perbaikan Status Bahan Organik Tanah dan Produksi Tebu di Lampung Utara: Pengukuran dan Estimasi Simulasi Wanulcas. PTP Nusantara V Unit Usaha Bunga Mayang. Lampung Utara.

Kustantini, D., 2013. Pentingnya Penggunaan Beberapa Pupuk Organik Terhadap Ketersediaan Unsur Hara Pada Pertanaman Bibit Tebu (Saccharum Officinarum L). Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya. Surabaya. Hal. 2.

Pusat Penelitian Gula PTPN X. 2015. Bukti Penyerahan Analisa Pupuk. PTPN X. Kediri. Hal 3.

Quirk R. G., Timothy G. Z., 2007. Integrated practices for an improved sustainable, sub-tropical sugarcane industry: a case study. Proceeding of Australian Sociecty of Sugar Cane Technology 29, 3-10.

Saptiningsih, E. dan Haryanti, S. 2015. Kandungan selulosa dan lignin berbagai sumber bahan organik setelah dekomposisi pada tanah Latosol. Buletin Anatomi dan Fisiologi 23(2), 38-39.

Soemarno. 2011. Pentingnya Nitrogen Bagi Tanaman Tebu. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Syekhfani. 1997. Hara-Tanah-Air-Tanaman. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Van Soest. 2006. Rice Straw The Role of Silica And Treatment to Improve Quality. Journal of Animal Feed Science and Technology 27, 134-137.

Widarti, B.N., Wardhini, W.K. dan Sarwono, E. 2015. Pengaruh rasio C/N bahan baku pada pembuatan kompos dari kubis dan kulit pisang. Jurnal Integrasi Proses 5(2), 76-86.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan