POTENSI PEMANFAATAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) DAN BERBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP POPULASI MIKROBA TANAH SERTA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KENTANG

Christy Nur Cahyani, Yulia Nuraini, Al Gamal Pratomo

Abstract


The availability of high quality potato seeds in Indonesia is only 7.4% including imports. Improvement of soil fertility is done with PGPR and various growing media, so that soil quality increases and can increase potato productivity. This research used a split plot design with twelve treatments with three replicates. Treatments tested were P0M1 (without PGPR + Husk Charcoal : Cocopeat (1:1)), P1M1 (10 ml/l PGPR + Husk Charcoal : Cocopeat (1:1)), P2M1 (20 mL L-1 PGPR + Husk Charcoal : Coco peat (1:1)), P0M2 (without PGPR + Soil : Husk Charcoal (1:1)), P1M2 (10 mL L-1 PGPR + Soil : Husk Charcoal (1:1)), P2M2 (20 mL L-1 PGPR + Soil : Husk Charcoal (1:1)), P0M3 (without PGPR + Soil : Husk Charcoal : Cocopeat (1:1:1)), P1M3 (10 mL L-1 PGPR + Soil : Husk Charcoal : Cocopeat (1:1:1)), P2M3 (20 mL L-1 PGPR + Soil : Husk Charcoal : Cocopeat (1:1:1)), P0M4 (without PGPR + Tanah), P1M4 (10 mL L-1 PGPR + Soil), P2M4 (20 mL L-1 PGPR + Soil). PGPR and growing media yielded an interaction with total N-l in P2M2 treatment, with the highest value of 1,02%,. The highest total P was in the P2M2 treatment (0,35%). Nitrogen fixing bacteria were observed in P2M2 treatment with the highest value of 77,25 x 105 cfu mL-1. Phosphate solubilizing bacteria were observed in P2M2 treatment with the highest value of 45 x 105 cfu mL-1. Plant height and dry weight of plants in P2M2 with the highest values of 12,99 cm and 3,61 gram, respectively. The highest yield of potato (20 tubers plant-1) was in the P2M2 treatment.


Keywords


cocopeat; husk charcoal; nitrogen fixing bacteria; phosphate solubilizing bacteria

Full Text:

PDF

References


Agustin, A.D., Riniarti, M. dan Duryat. 2014. Pemanfaatan limbah serbuk gergaji dan arang sekam padi sebagai media sapih untuk cempaka kuning (Michelia champaca). Jurnal Sylva Lestari 2(3): 49-58.

Baharuddin, T.K dan Lamba, S.E. 2012. Percepatan Ketersediaan Benih Kentang Unggulan Lokal melalui Introduksi Paket Bioteknologi Ramah Lingkungan di Kabupaten Toraja Utara.

Bashri, A. 2007. Respon Pertumbuhan beberapa Aksesi Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) terhadap Pupuk Hayati selama Pembibitan. Kediri: Universitas Nusantara PGRI.

FAO. 2002. Pusat Perkembangan Data Produksi Hasil Tanaman Pertanian Manca Negara untuk Dunia.

Firdausi, N., Muslihatin, W. dan Nurhidayati, T. 2016. Pengaruh kombinasi media pembawa pupuk hayati bakteri pelarut fosfat terhadap pH dan unsur hara fosfor dalam tanah. Jurnal Sains dan Seni ITS 5(2): 53-56.

Ginting, R.C., Saraswati, B.R. dan Husen, E. 2006. Mikroorganisme Pelarut Fosfat. Dalam: Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Penelitian Tanah. Hlm. 265-271.

Gustia, H. 2013. Pengaruh penambahan sekam bakar pada media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan 1(1): 12-17.

Hasibuan, A.S.Z. 2015. Pemanfaatan bahan organik dalam perbaikan beberapa sifat tanah pasir pantai selatan Kulon Progo. Planta Tropika Journal of Agro Science 3(1): 31-40.

Irawan, A., Jufri, Y. dan Zuraida. 2016. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap perubahan sifat kimia Andisol, pertumbuhan dan produksi gandum (Triticum eastivum L.). Jurnal Kawista 1(1): 1-9.

Irfan, M. 2014. Isolasi dan enumerasi bakteri tanah gambut di perkebunan kelapa sawit PT. Tambang Hijau Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Agroekoteknologi 5(1): 1-8.

Kastono, D., Sawitri, H. dan Siswandono. 2005. Pengaruh nomor ruas setek dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil kumis kucing. Ilmu Pertanian 12(1): 56-64.

Kusmarwiyah, R. dan Erni, S. 2011. Pengaruh media tumbuh dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.). Crop Agro 4(2): 7-12.

Lestari, P.W.A., Defiani, M.R. dan Astarini, A. 2014. Produksi bibit kentang (Solanum tuberosum L.) G1 dari stek batang. Jurnal Simbiosis II. 2(2): 215-225. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Udayana.

Nasrulloh, A., Mutiarawati, T. dan Sutari, W. 2016. Pengaruh penambahan arang sekam dan jumlah cabang produksi terhadap pertumbuhan tanaman, hasil dan kualitas buah tomat kultivar doufu hasil sambung batang pada Inceptisol Jatinangor. Jurnal Kultivasi 15(1): 26-36.

Patti, P.S., Kaya, E. dan Silahooy, Ch. 2013. Analisis Status nitrogen tanah dalam kaitannya dengan serapan N oleh tanaman padi sawah di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram bagian Barat. Agrologia 2(1): 51-58.

Permatasari, A.D. dan Nurhidayati, T. 2014. Pengaruh inokulan bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikoriza asal Desa Condo, Lumajang, Jawa Timur terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit. Jurnal Sains dan Seni Pomits 3(2): 44-48.

Rahni, N.M. 2012. Efek fitohormon PGPR terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays. CEFARS: Jurnal Agribisnis dan Pengembangan wilayah 3(2): 27-35.

Soemeinaboedhy, IN dan Tejowulan. 2007. Pemanfaatan berbagai macam arang sekam sebagai sumber unsur hara P dan K serta sebagai pembenah tanah. Jurnal Agroteksos. 17(2): 114-122.

Suhaeni, N. 2010. Petunjukan Praktis Menanam Kentang. Bandung: Nuansa.

Sukarman, Kainde, R., Rombang, J. dan Thomas, A. 2012. Pertumbuhan bibit sengon pada berbagai media tumbuh. Eugenia 18(3): 215-220.

Sukaryorini, P. dan Arifin, M. 2007. Kajian pembentukan caudex adenium obesum pada diversifikasi media tanam. Jurnal Pertanian Maperta 10(1): 31-41.

Suryani, L., Putra, E.T.S. dan Dianawati, M. 2017. Pengaruh komposisi media tanam hidroponik agregat terhadap produksi benih G0 tiga kultivar kentang (Solanum tuberosum L. Vegetalika 6(2): 1-13.

Van Loon. L/C. 2007. Plant Responses to Plant Growth Promoting Rhizobacteria. European Journal of Plant Pathology 119: 243-254.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.