PENGARUH PEMUPUKAN PADA LAHAN GAMBUT TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH, EMISI CO2, DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KARET

Salma J Fitra, Sugeng Prijono, M Maswar

Abstract


The limited availability of productive agricultural land causes the development of agriculture leading to the marginal lands, one of which is peat land. Peat land is land with soil that is rich in organic matter (C-organic >18%), and relatively has low level of fertility. Based on the characteristics of peat, fertilization needs to be done to support plant growth. One of the plant that can grow and adapt on peat land is rubber plant. Fertilization can also potentially increase the process of decomposition of peat so that can increase CO2 emission which is one of the greenhouse gases.The purpose of this study was to analyse the effect of fertilization on peat land to soil characteristics, CO2 emission, and rubber plant productivity. This study used a randomized block design with four treatments and four replications. The treatments were P0 (control/base fertilizer Urea, SP-36, and KCl), P1 (control + cow manure), P2 (control + borax fertilizer), and P3 (control + cow manure + borax fertilizer). The results showed that fertilizer with combination of control and cow manure (P1) significantly affected the soil chemical characteristics such as CEC, N total, K-exch, and P availability. The P1 treatment also tended to increase the increasing of stem circumference for 9 months period. However, in the other parameters such as soil bulk density, ash content, pH, base saturation, base cations exchangeable (Ca, Mg, Na), C-organic, CO2 emission, and latex production, showed that fertilization combination treatment did not give any significant differences. In general, fertilization treatment with the combination of control and cow manure (P1) had the best effect of improving soil chemical characteristics.

Keywords


peat; fertilizer; soil characteristic; CO2 emission; rubber plant productivity

Full Text:

PDF

References


Agus, F., Markus, A., Jamil, A. dan Masganti. 2014. Lahan Gambut Indonesia: Pembentukan, Potensi untuk Pertanian dan Kualitas Lingkungan. Bogor: IAARD Press.

Agus, F. dan. Subiksa, I.G.M. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Bogor: Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF).

Balai Penelitian Tanah. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Bogor: Balai Penelitian Tanah BBSDLP.

BPTP Kalteng. 2016. Model pengelolaan berkelanjutan lahan gambut terdegradasi ramah lingkungan di Demplot Jabiren Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Laporan Akhir Tahun (Tidak dipublikasi). 24 Hal.

Cahyo, N.A, dan Saputra, J. 2014. Potensi Pemanfaaatan Lahan Gambut untuk Budidaya Tanaman Karet (Hevea brasiliensis). Palembang: Balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet.

Damrongak, I., Onthong, J. and Nilnond, C. 2015. Effect of fertilizer and dolomite aplication on growth and yield of tapping rubber trees. Songklanakarin Journal of Science and Technology 37(6):643-650.

Dariah, A., Maftuah, E. dan Maswar. 2014. Karakteristik Lahan Gambut. Pada: Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, hal. 22.

Dariah, A., Susanti, E. dan Agus., F 2011. Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut. In: Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor: Balai Penelitian Tanah, pp. 57-72.

Gumayanti, F. dan Suwarto. 2016. Pemupukan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Menghasilkan di Kebun Sembawa, Sumatera Selatan. Buletin Agrohorti 4(2):233-240.

Handayani, E.P. 2009. Emisi Karbondioksida (CO2) dan Metan (CH4) pada Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut yang Memiliki Keragaman dalam Ketebalan Gambut dan Umur Tanaman. [Disertasi]. Bogor: Prog Studi Ilmu Tanah Sekolah Pascasarjana IPB.

Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Hartatik, W., Subiksa, I.G.M. dan Dariah, Ai. 2011. Sifat Kimia dan Fisik Tanah Gambut. Pada: Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor: Balai Penelitian Tanah, pp. 45.

International Plant Nutrition Institute, n.d. IPNI. [Online]

http://www.ipni.net/publication [Diakses pada 19 Juli 2018].

Jauhiainen, J., Kerojoki, O., Silvennoinen, H., Limin, S. and Vasander H. 2014. Heterotrophic respiration in drained tropical peat is greatly affected by temperature – a passive ecosystem cooling experiment. Environmental Research Letters 9(10): 18-36

Masganti, Subiksa, I.G.M., Nurhayati, dan Syafitri, W. 2014. Respon Tanaman Tumpangsari (Kelapa Sawit+Nenas) terhadap Ameliorasi dan Pemupukan di Lahan Gambut Terdegradasi. Pada: Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi untuk Mitigasi Emisi GRK dan Peningkatan Nilai Ekonomi. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, pp: 117-132.

Miemin, H. 2017. Karakteristik enzim di rhizosfer kelapa sawit pada lahan gambut. Disertasi S.3. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 103 hal.

Mokhtar, M.S., Firmansyah, M.A. dan Nugroho, W.A. 2014. Aspek Agronomis dan Analisis Finansial Tanman Karet dan Nenas terhadap Berbagai Perlakuan Amelioran di Lahan Gambut. Pada: Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi untuk Mitigasi Emisi GRK dan Peningkatan Nilai Ekonomi.Jakarta: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, pp: 179.

Najiyati, S., Muslihat, L. dan Suryadiputra, I.N.N. 2005. Panduan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pertanian Berkelanjutan. Proyek Climate Change, Forest and Peatlands Indonesia. Bogor: Wetlands International - Indonesia Progme dan Wildlife Habitat Canada.

Neltriana, N. 2015. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar. [Skripsi] Padang: Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Noor, M., Masganti, dan Agus, F. 2014. Pembentukan dan Karakteristik Gambut Tropika Indonesia. Pada: Lahan Gambut Indonesia: Pembentukan, Karakteristik, dan Potensi Mendukung Ketahanan Pangan. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, pp: 7.

Nugroho, P.A. 2015. Dinamika Hara Kalium dan Pengelolaannya di Perkebunan Karet. Warta Perkaretan 34(2):89-102.

Nurida, N.L., dan Wihardjaka, A. 2014. Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi.Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Pusari, D. dan Haryanti., S. 2014. Pemanenan Getah Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) dan Penentuan Kadar Karet Kering (KKK) dengan Variasi Temperatur Pengovenan di PT. Djambi Waras Jujuhan Kabupaten Bungo, Jambi. Buletin Anatomi dan Fisiologi, XXII(2).

Ponette, Q., Dufey, J., Weissen, F. and Praag, H.V. 1993. Downward effects of dolomite and kieserite on two acid soils differing in their organic carbon content. Communicaton in Soil Science anf Plant Analysis 24(3-14):1439-1452.

Salampak. G. 1999. Peningkatan produktivitas tanah gambut yang disawahkan dengan pemberian bahan amelioran tanah mineral berkadar besi tinggi. Disertasi. Program Pascasarjana IPB. Bogor. 171 hal.

Subatra, K. 2013. Pengaruh Sisa Amelioran, Pupuk N dan P terhadap Ketersediaan N, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi di Musim Tanam Kedua pada Tanah Gambut. Jurnal Lahan Suboptimal, 2(2):159-169.

Wahyunto, Nugroho, K., Ritung, S. dan Sulaeman, Y. 2014. Indonesian Peatland Map: Method, Certainity and Uses.Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan ICCTF Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Wibowo, W.A., Hariyono, B. dan Kusuma, Z. 2016. Pengaruh biochar, abu ketel dan pupuk kandang terhadap pencucian nitrogen tanah berpasir Asembagus, Situbondo. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 3(1):269-278.

Yuliana, Rahmadani, E. dan Permanasari., I 2015. Aplikasi pupuk kandang sapi dan ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe di media gambut. Jurnal Agroteknologi 5(2):37-42.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jtsl.2019.006.1.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.