PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DOSIS TINGGI TERHADAP SIFAT FISIK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TYPIC KANHAPLUDULT

Syafitri Dewi Widyantika, Sugeng Prijono

Abstract


Typic Kanhapludult is an acid dry soil which has soil pH  of less than 5,5, low orgaic matter (<1%), bulk density of more than >1,3 g cm-3, low total pore space, and low pore water, that are not optimal for supporting plant growth. Provision of biochar to the soil can increase soil organic matter content for improving soil physical properties and plant growth. The objectives of this study that was conducted in the glasshouse of Indonesian Soil Research Institute, was to quantify the effect of rice husk biochar on some of soil physical properties, and vegetative growth of maize in a Typic Kanhapludult. The results showed that application of biochar with high doses significantly decreased soil bulk density, increased total pore space, and increased available water pores. Application of rice husk biochar had no significant effect on permeability, as well as rapid drainage pore, and slow drainage pore. Provision of rice husk biochar with higher doses than control on Typic Kanhapludult that improved soil physical properties improved vegetative growth of maize as  shown by significant increases in plant height, fresh biomass and dry biomass of the crop.

Keywords


biochar; maize; soil physics; Typic Kanhapludult

Full Text:

PDF

References


Abukari, A. 2014. Effect of Rice Husk Biochar on Maize Productivity in The Guinea Savannah Zone of Ghana. M.S. Thesis. Kwame Nkrumah University of Science and Technology. Ghana. p. 103.

Badan Pusat Statistik. 2013. Berita Resmi Statistik No.01/11/18/Th.VIII. 25 uli 2015. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Dariah, A., Yusrial, dan Maswar. 2006. Penetapan Konduktivitas Hidrolik Tanah dalam Keadaan Jenuh: Metode Laboratorium. Dalam U. Kurnia, F. Agus, A. Adimihardja, A. Dariah (Eds). Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. p. 177-1186.

Dariah, A., dan Nurida, N.L. 2012. Pemanfaatan Biochar untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Kering Beriklim Kering. Buana Sains 12(1): 33-38, 2012.

Dariah, A., Nurida, N.L. dan Jubaedah. 2012. PemanfaatanPembenah Tanah untuk Pemulihan Tanah Terdegradasi yang Didominasi Fraksi Pasir dan Liat. Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. DalamWigena (Eds.), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Bogor, 29-30 Juni 2012. p. 669-676.

Gani, A. 2009. Potensi Arang Hayati Biochar sebagai Komponen Teknologi Perbaikan Produktivitas Laha Pertanian. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Volume. Nomor : IT04/01.

Githinji, L. 2014. Effect of Biochar Application Rate on Soil Physical and Hydraulic Properties of A Sandy Loam. Archives of Agronomy and Soil Science 60(2014): 457-470.

Hairiah K., Sugiarto, C., Utami, S.R., Purnomosidhi, P. dan Roshetko, J.M. 2004. Diagnosis faktor penghambat pertumbuhan akar sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) pada Ultisol di Lampung Utara. Agrivita 26(1): 89-98.

Hakim N, Nyapka M.Y., Lubis A.M, Nugroho S.G, Saul M.R, Dina M.A, Hong G.B, Bailey H.H. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.

Hartatik, W., Wibowo, H., Purwani, J. 2013. Aplikasi Biochar dan Tithoganic dalam Peningkatan Produktivitas Kedelai (Glycine max L.) pada Typic Kanhapludult di Lampung Timur. Jurnal Penelitian Balai Penelitian Tanah. Bogor. P. 51 – 62

Herath, H.M.S.K., Arbestain, M.C. dan Hedley, M. 2013. Effect of biochar on soil physicalproperties in two contrastingsoils: an Alfisol and an Andisol. Geoderma 209-210: 188-197.

Hidayat, A. dan A Mulyani. 2005. Lahan Kering Untuk Pertanian. Hlm 1-39. Dalam Abdurachman et al. (Eds.). Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Menuju Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Kusuma, A.H., Izzati, M. dan Saptiningsih, E. 2013. Pengaruh penambahan arang dan abu sekam dengan proporsi yang berbeda terhadap permeabilitas dan porositas tanah liatserta pertanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Jurusan Biologi. Fakultas Sains dan Matematika. Universitas Diponegoro. Semarang.

Lehmann, J., Gaunt, S. dan M. Rondon. 2006. Biochar sequestration in terrestrial ecosystems: a review. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change 11:403-427.

Major, J., Rondon, M., Molina, D., Riha, S.J. dan Lehmann, J. 2010. Maize yield and nutrition during 4 years after biochar application to a columbian savana Oxisol. Plant and Soil 333:117–128.

Masulili, A., W.H. Utomo, Syechfani M.S. 2010. Rice husk biochar for rice based cropping system in acid soil. 1. The characteristics of rice husk biochar and its influence on the properties of acid sulfate soils and rice growth in West Kalimantan, Indonesia. Journal of Agriculture Science 2(1): 39-47.

Melo, L.C.A., Coscione, A., Abreu, A., Puga, A. dan Camargo, O. 2013. Influence of pyrolysis temperature on cadmium and zinc sorption capacity of sugarcane straw-derived biochar. BioResources 8(4): 4992-5004.

Mulyani, A., Hikmatullah, dan Subagyo, H. 2004. Karakteristik dan Potensi Tanah Masam Lahan Kering di Indonesia. hlm. 1-32. Dalam Prosiding Simposium Nasional Pendayagunaan Tanah Masam. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Nurida, N.L., dan Rachman, A. 2012. Alternatif Pemulihan Lahan Kering Masam Terdegradasi dengan Formula Pembenah Tanah Biochar di Typic Kanhapludult Lampung. Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional TeknologiPemupukan dan Pemulihan LahanT erdegradasi. Dalam Wigena (Eds.), Badan Penelitian dan PengembanganPertanian, Kementerian Pertanian, Bogor, 29-30 Juni 2012. p. 639-648.

Prasetyo, B.H. dan Suriadikarta, D.A. 2006. Karakteristik, potensi, dan teknologi pengelolaan tanah ultisol untuk pengembangan pertanian lahan kering di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 25(2): 39-47.

Santi, L.P., dan Goenadi, D.H. 2010. Pemanfaatan biochar sebagai pembawa mikroba untuk pemantap agregat tanah Ultisol dari Taman Bogo-Lampung. Menara Perkebunan 78(2): 52-60.

Shalsabila, F. 2014. Efek Biochar Kulit Kakao Terhadap Kemantapan Agregat dan Produksi tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Typic Kanhapludult, Lampung Timur. S.P. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang. 49 p.

Soil Survey Staff. 2003. Keys to Soil Taxonomy. USDA, Natural Research Conservation Service. Ninth Edition. Washington D.C.

Sudirman, S. Sutono, dan Juarsah, I.. 2006. PenetapanRetensi Air Tanah di Laboratorium. Dalam U. Kurnia, F. Agus, A. Adimihardja, A. Dariah (Eds). SifatFisik Tanah dan Metode Analisisnya. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. p. 167-176.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jtsl.2019.006.1.14

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.