KAJIAN KEMANTAPAN AGREGAT TANAH PADA BERBAGAI TUTUPAN LAHAN DI LERENG BARAT GUNUNG ARJUNA

Authors

  • Lutfiana Hanifah Universitas Brawijaya
  • Endang Listyarini UB Malang

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2020.007.2.24

Keywords:

land cover, soil aggregate stability, Sumber Brantas Village

Abstract

The land use condition in Sumber Brantas Village, Batu City is 25.66% not compatible to the land capability class, while the land use condition based on the regional spatial plan there is an increase in land use by 32.05%. Land use conversion at Batu City in 2008 - 2015 reduced 748.06 ha of forest area in line with an increase in dryland area of 565.18 ha; and the increase of garden area by 329.84 ha. Transfer of land functions results in changes in land cover and causes a decrease in the potential of the actual forest function. A study related to the physical properties of the soil in Sumber Brantas Village is thus needed to obtain data on current soil conditions. This study was conducted to analyze the effect of differences in land cover and soil depth on aggregate stability and its correlation with other soil properties on the western slope of Mount Arjuna. Soil sampling was carried out on four types of land cover, i.e. horticulture, forest, shrub, and grassland at depths of 0-20 cm, 20-40 cm, and 40-60 cm with three replications for each treatment. The results showed that the type of land cover affected the soil aggregate stability, while the depth of the soil did not affect the soil aggregate stability. Organic matter influenced the value of aggregate stability with the R2 value of 0.87. Clay particles affected aggregate stability by 0.56. Aggregate stability affected soil porosity, soil macropores, and soil hydraulic conductivity with the R2 values of 0.76, 0.53, and 0.42, respectively.

References

Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press. pp 65-67.

Dariah, A., Subagyo, H., Tafakresnanto, C. dan Marwanto, S. 2004. Kepekaan Tanah terhadap Erosi. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. pp 10-11.

Foth, H. D. 1994. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Penerbit Erlangga. pp 34-37.

Hanafiah, K. A. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Rajawali Pers. p 34.

Hartono, R. 2016. Identifikasi bentuk erosi tanah melalui interpretasi citra Google Earth di Wilayah Sumber Brantas Kota Batu. Jurnal Pendidikan Geografi 21(1): 30-42.

Isnawati, N. dan Listyarini, E. 2018. Hubungan antara kemantapan agregat dengan konduktifitas hidraulik jenuh tanah pada berbagai penggunaan lahan di Desa Tawangsari Kecamatan Pujon, Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 5(1): 785-791.

Jambak, M.K., Baskoro, D.P. dan Wahjunie, E.D. 2017. Karakteristik sifat fisik tanah pada sistem pengolahan tanah konservasi (Studi Kasus: Kebun Percobaan Cikabayan). Buletin Tanah dan Lahan 1(1): 44-50.

Juarti. 2016. Analisis Indeks Kualitas Tanah Andisol pada Berbagai Penggunaan Lahan di Desa Sumber Brantas Kota Batu. Jurnal Pendidikan Geografi 21(2): 58-71.

Khodijah, S. dan Soemarno. 2019. Studi Kemampuan Tanah Menyimpan Air Tersedia di Sentra Bawang Putih Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 6(2): 1405-1414.

Lusiana, N., Rahadi, B. dan Anugroho, F. 2017. Identifikasi kesesuaian penggunaan lahan pertanian dan tingkat pencemaran air sungai di DAS Brantas Hulu Kota Batu. Jurnal Teknologi Pertanian 18(2): 129-142.

Masria, C. L., Zubair, H. dan Rasyid, B. 2015. Karakteristik pori dan hubungannya dengan permeabilitas pada tanah Vertisol asal Jeneponto Sulawesi Selatan. Ecosolum 7(1): 30-38.

Mulyono, A., Lestiana, H. dan Fadilah, A. 2019. Permeabilitas tanah berbagai tipe penggunaan lahan di tanah aluvial pesisir DAS Cimanuk, Indramayu. Jurnal Ilmu Lingkungan 17: 1-6.

Prasetya, B., Prijono, S. dan Widjiawati, Y. 2012. Vegetasi pohon hutan memperbaiki kualitas tanah Andisol-Ngabab. Indonesian Green Technology Journal 1: 1-6.

Rahmah, S., Yusran, dan Umar, H. 2014. Sifat kimia tanah pada berbagai tipe penggunaan lahan di Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Warta Rimba 2(1): 88-95.

Refliaty, dan Marpaung, E.J. 2010. Kemantapan agregat Ultisol pada beberapa penggunaan lahan dan kemiringan Lereng. Jurnal Hidrolitan 1(2): 35-42.

Rosyidah, E. dan Wirosoedarmo, R. 2013. Pengaruh sifat fisik tanah pada konduktivitas hidrolik jenuh di 5 Penggunaan Lahan (Studi Kasus di Kelurahan Sumbersari Malang). Agritech 33(3): 340-345.

Sylviani. 2008. Kajian distribusi biaya dan manfaat hutan lindung sebagai pengatur tata air. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 5(2): 95-109.

Utaya, S. 2008. pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap sifat biofisik tanah dan kapasitas infiltrasi di Kota Malang. Forum Geografi 22: 99-112.

Utomo, B.S., Nuraini, Y. dan Widianto. 2015. Kajian kemantapan agregat tanah pada pemberian beberapa jenis bahan organik di Perkebunan Kopi Robusta. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 2(1): 111-117.

Wirosoedarmo, R., Haji, A.T.S. dan Zulfikar, F. 2016. Analisa perubahan tata guna lahan dan pengaruhnya terhadap pencemaran di Brantas Hulu, Kota Batu, Jawa Timur. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan 3(1): 33-39.

Downloads

Published

01-07-2020

How to Cite

Hanifah, L., & Listyarini, E. (2020). KAJIAN KEMANTAPAN AGREGAT TANAH PADA BERBAGAI TUTUPAN LAHAN DI LERENG BARAT GUNUNG ARJUNA. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 7(2), 385–392. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2020.007.2.24

Issue

Section

Articles