PENGARUH PUPUK HAYATI KONSORSIUM MIKROBA DAN MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA INCEPTISOL

Bahrotu Ilmi Nafiah, Budi Prasetya

Abstract


Inceptisols are the main agricultural soils in Indonesia. However, Inceptisols have problems such as relatively low soil fertility, due to weathering and leaching. Increased fertilization efficiency can be achieved through the use of biological fertilizers, in the form of microbial consortium and arbuscular mycorrhiza. Maize plant can be used as an indicator of soil fertility because it is very responsive to nutrient treatments. The study aimed to determine the effect of microbial consortium and Arbuscular mycorrhizal (MA) biofertilizers on the growth of corn plants on Inceptisols. The application of microbial consortium and Arbuscular mycorrhizal (MA) biofertilizer was able to increased plant height at 6 WAP (Week After Planting) by 42% and 8 WAP by 34%, root length by 142%, number of spores by 216%, mycorrhizae colonies on the root by 60%, total population of bacteria by 248%, soil pH by 5,5%, available P by 29%, and C-organic by 49%. The effective dose of microbial consortium fertilizer to increase the growth of maize plants was 0.8 g polybag-1 (M2).


Keywords


microbial consortium; mychorrizal; P-availability

Full Text:

PDF

References


Anandyawati. 2017. Asam Organik Eksudat Akar, Populasi Mikrob dan Aktivitas Enzimatik pada Rizosfer Bibit Kelapa Sawit. M.S. Thesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. 2015. Potensi Komoditas Unggulan Kawasan: Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur. Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Jakarta.

Goldsworthy P.R., Fisher N.M. 1996. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Ketaren S.E. dan Posma M. 2014. Klasifikasi inceptisol pada ketinggian tempat yang berbeda di Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Hasundutan. Jurnal Online Agroekoteknologi vol 2 (4) 1451-1458.

Komarawidjaja, W. 2009. Karakteristik dan pertumbuhan konsorsium mikroba lokal dalam media mengandung minyak bumi. Jurnal Teknologi Lingkungan vol. 10:114-119.

Lizawati. E.K., Yulia A. dan Rajjitha H. 2014. Pengaruh pemberian kombinasi isolat fungi mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas L.) yang ditanam pada tanah bekas tambang batu bara. Biospecies 7 (1) : 14-21.

Ma'shum M.J., Soedarsono dan Susilowati L.E. 2003. Biologi Tanah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Moelyohadi Y., Umar H., Munandar, Renih H., dan Nuni G. 2012. Pemanfaatan berbagai jenis pupuk hayati pada budidaya tanaman jagung (Zea mays. L) efisien hara di lahan kering marginal. Jurnal Lahan Suboptimal 1(1) : 31-39.

Moelyohadi, Yopie. 2015. Respon pertumbuhan akar dan tajuk beberapa genotif jagung (Zea mays L.) pada kondisi suplai hara rendah dengan metode kultur air. Klorofil 10(1): 36-42.

Musafa, M.K., Aini, L.Q. dan Prasetya, B. 2015. Peran mikoriza arbuskula dan bakteri Pseudomonas fluorescens dalam meningkatkan serapan p dan pertumbuhan tanaman jagung pada andisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 2 (2): 191-197.

Nariratih I., Damanik M.M.B. dan Gantar S. 2013. Ketersediaan nitrogen pada tiga jenis tanah akibat pemberian tiga bahan organik dan serapannya pada tanaman jagung. Jurnal Online Agroekoteknologi 1(3): 479-488.

Rahman R., Muhammad A. dan Bahrudin. 2015. Aplikasi bakteri pelarut fosfat, bakteri penambat nitrogen dan mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum L.). Jurnal Agrotekbis 3 (3): 316-328.

Sudirja R., Solihin A.M. dan Santi R. 2007. Respons Beberapa Sifat Kimia Inceptisol Asal Raja Mandala dan Hasil Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Melalui Pemberian Pupuk Hayati. Universitas Padjadjaran. Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jtsl.2019.006.2.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.