PERAN TRICHOKOMPOS DAN PUPUK NPK 16-16-16 TERHADAP SERAPAN DAN RESIDU HARA N DAN P, SERTA HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays ceratina)

Yulia Nuraini, Muzna Aqila

Abstract


Waxy corn still has a low yield potential. The application of NPK 16-16-16 and compost enriched with Trichoderma sp. fungus or Trichocompost can be a solution. This study aims to determinate the role of Trichocompost and NPK 16-16-16 fertilizer on N and P uptake and residues, and waxy corn yield. Research was conducted using randomized block design consisting of 6 treatments, namely (1) TN0 (Control Without Fertilizer), (2) TN1 (NPK Control), (3) TN2 (Trichocompost 2 t ha-1 + NPK 50%), (4) TN3 (Trichocompst 2 t ha-1 + NPK 75%), (5) TN4 (Trichocompost 3 t ha-1 + NPK 50%) and (6) TN5 (Trichocompost 3 t ha-1 + NPK 75%). The parameters observed is N and P nutrient uptakes and residues, and waxy corn yield that consisted of fresh weigh of cob with cornhusk, fresh weigh of cob without cornhusk and length of cob. The results showed that Trichocompost and NPK 16-16-16 significantly affected N and P nutrient uptake, the highest effect was found in TN5, which was 1,57 g plant-1 N dan  7,76 g plant-1 P. Residues of N and P that left in the soil due to TN5 treatment were also classified as high, which was 0.8% N and 95.2 ppm P. Application of Trichocompost and NPK 16-16-16 fertilizer in TN5 also showed the best yield on waxy corn, which was 202 g plant-1 fresh weigh of cob with cornhusk, 180,7 g plant-1 fresh weight of cob without cornhusk and length of cob 18,6 cm.


Keywords


NPK 16-16-16 fertilizer; residues; trichocompost; uptake; waxy corn

Full Text:

PDF

References


Afandi, F.N., Siswanto, B. dan Nuraini, Y. 2015. Pengaruh pemberian berbagai jenis bahan organik terhadap sifat kimia tanah pada pertumbuhan dan produksi ubi jalar di Entisol Ngrangkah Pawon, Kediri. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 2 (2): 237-244.

Afitin, R. and Darmanti, S. 2009. Pengaruh dosis kompos dengan stimulator trichoderma terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) varietas Pioner -11 pada lahan kering. BIOMA. 11 (2): 69-75.

Amin, F., Adiwirman, dan Yosefa, S. 2015. Studi waktu aplikasi pupuk kompos leguminosa dengan bioaktifator Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah (Capcisum annum L.). Jurnal Jom Faperta 2(1): 1-15.

Ansori, T. 2011. Pengaruh Bahan Organik pada Sifat Biologi Tanah. Diakses di http://www.lestarimandiri.org/id/pupukorganik/156bahan-organik.html pada 10 Juli 2019.

Balittanah. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Bogor: Balai Penelitian Tanah. p 209-211.

erselina, i., respatie, d.w., dan rogomulyo, r. 2017. pengaruh takaran kombinasi pupuk npk dan pupuk organik alami diperkaya mikroba fungsional terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. Jurnal Vegetalika 6 (4): 28-40.

Fitri, S. 2015. Kementan: Masalah Jagung Kompleks. Diakses di: https://www.repub-lika.co.id pada 26 November 2018.

Handayanto, E., Muddarisna, N. dan Fiqri, A. 2017. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Malang: UB Press. p 44-46.

Kasno, A. dan T. Rostaman. 2013. Serapan hara dan peningkatan produksi jagung dengan aplikasi NPK majemuk. Jurnal Penelitian Tanaman Pangan 32 (2): 179-187.

Kurnilawati, S. dan Syakur. 2013. Phosfat tersedia, serapannya serta pertumbuhan jagung (Zea mays L.) akibat amelioran dan mikoriza pada Andisol. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan 3 (2): 231-239.

Muznamar, E.I. 2003. Pupuk Organik: Cair Dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya. p 23-24.

Panikkai, S., Nurmalina, R., Mulatsih, S. dan Purwati, H. 2017. Analisis ketersediaan jagung nasional menuju pencapaian swasembada dengan pendekatan model dinamik. Jurnal Informatika Pertanian 26 (1): 41-48.

Pirngadi, K., Permadi, K. dan Toha, H.M. 2005. Pengaruh Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Hasil Padi Gogo Sistem Monokultur. Bogor, 12-14 Agustus 2005. Prosiding Optimasi Pemanfaatan Sumberdaya Pertanian Melalui Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Mendukung Revitalisasi Pertanian, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.

Siregar A. F dan W. Hartatik. 2010. Aplikasi Pupuk Organik Dalam Meningkatkan Efisiensi Pupuk Anorganik pada Lahan Sawah. Diakses di http://balittanah.lit-bang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/prosidingsemnas2010/adha%20siregar.pdf pada 31 Agustus 2019.

Suharto, T.R.O., Setiawati, T.C. dan Winarso, S. 2018. Peningkatan ketersediaan dan serapan P pada tanaman jagung di lahan tercemar limbah padat lumpur (lime mud) melalui penambahan bahan organik. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Andalas 2 (2): 1-26.

Sulaeman, Y., Maswar dan Effendi, D. 2017. Pengaruh kombinasi pupuk organik dan anorganik terhadap sifat kimia tanah dan hasil tanaman jagung di lahan kering masam. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 1 (20):1-12.

Yasin, M., Suarni, S., Santoso, B., Fascal, A., Talanca, H. dan M. J. Mejaya, M.J. 2017. Stabilitas hasil jagung pulut varietas bersari bebas pada dataran rendah tropis. Jurnal Penelitian Tanaman Pangan 3 (1): 223-232.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jtsl.2020.007.1.12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Yulia Nuraini, Muzna Aqila

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.