PENGARUH METODE KONSERVASI PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis gueneensis Jacq) TERHADAP STATUS UNSUR HARA N, P, K DAN C-ORGANIK TANAH

whin themas mico saputra, Abdul Rauf, T. Sabrina

Abstract


Umumnya pada suatu lahan khususnya wilayah Sumatera masih minim kandungan N, P, K serta C-organik tanah. Upaya dalam mengatasi hal tersebut diperlukan tindakan secara serius salah satunya dengan menggunakan metode konservasi yang didasari penambahan bahan organik dengan pemberian kompos yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah; N-total, P-tersedia dan K-total serta biologi tanah seperti C-organik. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT)/Split Plot Design dengan 2 faktor dan 4 ulangan sebagai berikut: Faktor I tahun tanam (Petak Utama) terdiri dari 2 taraf perlakuan, yaitu: T1: 5 tahun tanam dan T2: 20 tahun tanam serta Faktor II metode konservasi (anak Petak) terdiri dari 3 taraf, yaitu: K1: Konvensional, K2: Piringan Cekung + Kompos dan K3: Rorak Individu + Kompos. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara vertikal dengan membedakan bidang tempat dari titik koordinat yang telah ditentukan dengan 1 titik kedalaman 0-60 cm. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium PT. Socfin Indonesia dan di Laboratorium Central Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode konservasi pada perlakuan konvensional (K1) adalah perlakuan terbaik khususnya dalam memperbaiki dan meningkatkan sifat kimia dan biologi tanah. Hal ini dibuktikan pada interaksi perlakuan konvensional (K1) tahun tanam 20 tahun, yang terlihat pada nilai P-tersedia sebesar 60,83 mg/kg. 


Keywords


bahan organik, kelapa sawit, konservasi

Full Text:

PDF

References


Atmojo, S.W. 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

BBSDLP. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian. Jawa Barat.

Dwi, P. C. 2009. Study Kualitas Tanah Pada Berbagai Sistem Penggunaan Lahan Di wilayah Desa Ngadipiro Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Hanum, J., C. Hanum., J. Ginting. 2014. Kadar N, P Daun dan Produksi Kelapa Sawit Melalui Penempatan TTKS PAda Rorak. Jurnal Online Agroteknologi. Vol 2(4).

Khani, S. A. R. 2008. Analisa Kadar Unsur Hara Kalium (K) dari Tanah Perkebunan Kelapa Sawit Bengkalis Riau Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Maharany R. 2012. Perbaikan Sifat Tanah Kebun Kakao Pada Berbagai Kemiringan Lahan Dengan Menggunakan Teknik Biopori dan Mulsa Vertikal. Tesis. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Mulyanto. 2008. Efek Konservasi dari Sistem Sabo untuk Pengendalian Sendimentasi Waduk. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Pratiwi & Andi G. S. 2013. Aplikasi Teknik Konservasi Tanah Dengan Sistem Rorak Pada Tanaman Gmelina. Jurnal Penelitian. Vol 10 (3).

Sabrina, D.T., M.M. Hanafi, A.A. Nor Azwady and T.M.M. Mahmud. 2009. Earthworm populations and cast properties in the soils of oil palm plantations. Malaysian Journal of Soil Sciencen 13: 29-42.

Sugiono. 2007. Evaluasi status hara N,P, K dan C-organik yang terangkut erosi akibat penerapan berbagai teknik mulsa vertical di lahan miring pada pertanaman jeruk (Citrus sinensis) di desa rumah galuh kecamatan sei bingkei kabupaten langkat. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sutedjo, M.M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Rhineka Cipta, Jakarta.

Yahya, Z., Aminudin H., Jurnal T., Jamarei O., Osumane HA., Mohamadu B. J. 2010. Oil Palm (Elaeis guineensis). Roots Response To Mechanization In Bernam Series Soil. American Journal Of Applied Scienses. 7(3). 343-348.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jtsl.2019.006.1.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.